Gerhana matahari dan BuLan

1. Gerhana Matahari

Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari sehingga bulan menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari (lihat gambar VII.1). Walaupun bulan lebih kecil, bayangan bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari bumi lebih dekat dibandingkan matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer. Selama gerhana matahari, sebenarnya bulan membuat dua bayangan terhadap bumi. Bayangan pertama disebut dengan umbra (daerah gelap) yang hanya mencapai sebagian kecil permukaan bumi. Bayangan lainnya disebut penumbra (bagian samar), bagian bayangan tersebut mencapai bumi lebih luas dari umbra, peristiwa ini menyebabkan secara perlahan langit menjadi gelap.

Gambar VII.1 Terjadinya gerhana matahari

Gerhana matahari total merupakan peristiwa yang mempunyai arti lebih penting dibandingkan dengan gerhana matahari lainnya maupun gerhana bulan, karena kita dapat melakukan penelitian sifat-sifat matahari dan juga gejala-gejala terestrial. Aspek-aspek yang dapat dipelajari pada saat gerhana matahari total, antara lain penampakan korona matahari, prominensa dan lapisan khromosfer. Terjadinya gerhana disertai pula oleh peristiwa pasang air laut maksimum karena pada saat itu  letak matahari, bulan dan bumi yang segaris. Fenomena lainnya pada saat terjadi gerhana matahari total yang menarik untuk diteliti yaitu : perubahan cuaca secara mendadak, perilaku makhluk hidup yang ada di bumi termasuk kegiatan manusianya sendiri.

2. Jenis-Jenis Gerhana Matahari

a.   Gerhana matahari total

terjadi apabila piringan matahari (saat puncak gerhana) tertutup sepenuhnya oleh piringan bulan. Saat itu, piringan bulan sama besar atau lebih besar dari piringan matahari. Ukuran piringan matahari dan piringan bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak bumi-bulan dan bumi-matahari. Gerhana matahari total hanya dapat dilihat dari daerah permukaan bumi yang terkena bayangan umbra. Durasi gerhana matahari total relatif singkat, yang terlama sekitar 7 menit.

b.  Gerhana matahari sebagian

terjadi apabila piringan bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan matahari yang tidak tertutup oleh piringan bulan.

c.   Gerhana matahari cincin

terjadi apabila piringan bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup bagian tengah dari piringan matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan bulan lebih kecil dari piringan matahari. Sehingga ketika piringan bulan berada di depan piringan matahari, tidak seluruh piringan matahari akan tertutup oleh piringan bulan. Bagian piringan matahari yang tidak tertutup oleh piringan bulan berada di sekeliling piringan bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.

3. Mengamati Gerhana Matahari

Gerhana matahari total merupakan sebuah pemandangan indah tetapi juga membahayakan mata. Ketika sinar matahari sudah seluruhnya tertutupi oleh bulan dan hanya terlihat “corona” (lingkaran sinar yang mengelilingi matahari) maka aman bagi kita untuk melihat tanpa adanya pelindung pada mata kita. Tetapi selama gerhana matahari masih sebagian, melihat langsung ke atas dapat merusak retina mata kita. Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari matahari) walaupun hanya dalam beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata karena radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan.

Mengamati gerhana matahari membutuhkan pelindung mata khusus/filter atau dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Kaca mata sunglasses tidak aman digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata. Ada beberapa cara untuk melihat gerhana matahari total dengan aman, diantaranya dengan menggunakan kacamata khusus, selain itu lebih aman lagi bila kita melihat gerhana matahari melalui siaran TV.

4. Gerhana  Bulan

Gerhana Bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan permukaan bulan tertutup oleh bayangan bumi (lihat gambar VII.2). Bulan selain berevolusi terhadap bumi juga bersama-sama bumi mengelilingi matahari. Sementara bumi sendiri selain berotasi (berputar pada porosnya), juga berevolusi (mengelilingi matahari). Pada suatu saat terjadilah posisi dimana bumi berada diantara matahari dan bulan pada satu garis lurus, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Gerhana bulan dapat dilihat dengan mata telanjang dan tidak berbahaya bagi mata kita, selama gerhana bulan kita dapat melihat bayangan bumi pada bulan dengan menggunakan teleskop atau dengan mata telanjang.

Gambar VII.2 Terjadinya gerhana bulan

Gerhana bulan juga menarik untuk diamati dan dipelajari, misalnya untuk menguji ketepatan perhitungan ephemeris (koordinat benda langit). Pada saat itu posisi bulan, bumi dan matahari tepat satu garis. Jika bulan bergerak di dalam daerah bayangan penumbra bumi, tanda-tanda gerhana tak tampak, oleh karena itu yang bisa kita amati ialah pada saat bulan memasuki daerah bayangan umbra bumi. Gerhana bulan terlihat dari tempat-tempat dimana pada saat terjadi gerhana di tempat tersebut matahari sudah terbenam, peristiwa gerhana bulan bisa berlangsung sampai lebih dari 3 jam.

Fase bulan berulang rata-rata dalam 29,5 hari yang disebut satu bulan sinodis. Tidak setiap bulan mati (new moon) terjadi gerhana matahari, begitu pula tidak setiap bulan purnama terjadi gerhana bulan, hal ini disebabkan oleh orbit bulan membentuk bidang miring sebesar 5 derajat terhadap bidang ekliptika. Perpotongan dua bidang tersebut membentuk garis nodal yang berputar ke arah barat dalam periode 18,6 tahun, yang disebut periode nutasi bulan. Kedudukan matahari dekat sebuah titik nodal disebut musim gerhana, yang berulang pada setiap 173,3 hari. Perpaduan periode putaran garis nodal dan periode fase bulan menyebabkan gerhana serupa akan berulang setiap 18 tahun 11,3 hari, yang disebut periode saros. Setiap perulangan periode saros, wilayah lintasan gerhana di bumi akan bergeser pada tempatnya, akibat harga periode saros tidak bulat. Jika musim gerhana pertama jatuh pada bulan januari, gerhana matahari dapat terjadi sebanyak 5 kali dalam satu tahun. Jumlah maksimum seluruh jenis gerhana baik gerhana matahari dan gerhana bulan dalam satu tahun dapat terjadi sampai 7 kali.

5. Jenis-Jenis Gerhana Bulan

a.   Gerhana bulan total

Pada gerhana ini bulan akan tepat berada pada daerah umbra. Umbra adalah bayangan inti yang berada di bagian tengah sangat gelap pada saat terjadi gerhana bulan.

b.   Gerhana bulan sebagian

Pada gerhana ini tidak seluruh permukaan bulan tertutup oleh bayangan bumi, sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah panumbra sehingga masih ada sebagian sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan. Penumbra adalah bayangan kabur yang terjadi pada saat gerhana bulan

c.   Gerhana bulan penumbra

Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang buram.

Gambar VII.3 Jenis-jenis gerhana bulan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: