Archive for August, 2009

INTERPOLASI.. “Sebuah media dalam pencarian titik data yang hilang”

Metode interpolasi dapat membantu dalam memperbaiki tingkat kerapatan suatu data. Dengan metode interpolasi ini, sebuah data gravitasi dengan kerapatan titik pengamatan yang kurang baik, dapat kita perbaiki sehingga kerapatan titik pengamatan data tersebut menjadi lebih baik, sehingga data menjadi lebih akurat dalam penginterpretasian data gravitasi.

Banyaknya metode yang digunakan dalam metode interpolasi membuat kita harus mengetahui fungsi dari masing-masing rumus tersebut sehingga dapat di gunakan dengan tepat. Dalam pembandingan metode interpolasi ini, penulis memfokuskan pada penggunaan metode untuk menginterpolasikan data gravitasi. Dengan menghitung, menbandingkan dan menganalisa hasil perhitungan, maka akan dihasilkan nilai-nilai akurasi dari masing-masing metode.

Pembandingan hasil perhitungan interpolasi dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing metode dalam penginterpolasian data. Dengan demikian akan diketahui metode mana yang paling baik dalam menginterpolasi suatu data gravitasi sehingga analisa interpretasi data yang dilakukan akan lebih akurat.

Penting Untuk Diperhatikan :

Setiap metode interpolasi memiliki rumusan tersendiri dalam proses perhitungannya. Ketepatan perhitungan dari sebuah metode interpolasi tergantung pada jenis data yang akan dihitung, sebaran data, dan distribusi nilai data antar titik yang dilibatkan dalam perhitungan.

Dalam proses interpolasi menggunakan data gravitasi, terjadi perbedaan nilai yang dihasilkan oleh sebuah metoda terhadap suatu titik ketika menggunakan titik-titik yang berbeda sebagai acuan perhitungan. Artinya, nilai titik interpolasi tersebut sangat terpengaruh oleh titik-titik disekitarnya. Pada kenyataannya, hal ini tidak sesuai dengan sifat fisis dari besaran percepatan gravitasi dimana nilai percepatan pada sutu titik hanya dipengaruhi oleh medan potensial yang ada pada titik tersebut.

Dalam interpolasi, rumusan dari setiap metode merupakan pendekatan perhitungan dari perbandingan nilai suatu titik terkait dengan nilai titik lainnya pada sebaran data yang sama terhadap jarak antar titik tersebut secara matematis. Artinya, ketika ada perbedaan harga nominal yang dilibatkan pada perhitungan tersebut, maka nilai dari hasil perhitungan tersebut akan berbeda walaupun titik dan metode yang digunakan adalah sama.

Dengan demikian, perbedaan nilai perhitungan hasil interpolasi terhadap data gravitasi bukan dianggap sebagai kesalahan perhitungan. Karena, perbedaan nilai hasil perhitungan tersebut adalah wajar mengingat adanya perbedaan antara besaran gravitasi yang bersifat fisis dan metode perhitungan yang bersifat matematis. Hal terpenting dalam interpolasi data gravitasi adalah konsistensi perhitungan yang tepat dengan menggunakan metode yang tepat pula, sehingga data interpolasi yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

Advertisements

PERIODE BADAI MAGNET

PERIODE BADAI MAGNET DI STASIUN GEOFISIKA TONDANO

ABSTRAK

DISUSUN OLEH: MELKI ADI KURNIAWAN

NPT:13.06.1595

EMAIL: melki_adi@yahoo.com

Badai Magnet menimbulkan Lonjakan medan listrik secara tiba-tiba yang akan mengakibatkan kerusakan pada peralatan teknologi tinggi seperti peralatan satelit, komunikasi, dan sistem jaringan distribusi listrik. Di negara maju yang menggunakan kereta listrik, hal ini juga dapat merusak komponen alat transportasi tersebut. Badai magnet juga dapat menimbulkan korosi pada saluran pipa. Ini tentunya berbahaya apabila terjadi kebocoran pada saluran pipa minyak bumi atau gas.

Maka dari itu perlu adanya suatu  pengamatan dan analisa tentang karakteristik badai magnet di stasiun pengamat magnet bumi. Dengan metode FFT (Fast Fourier Transform) dapat mengubah grafik hari badai magnet dalam domain waktu menjadi domain frekuensi sehingga kita bisa mendapatkan periode yang paling kuat dari siklus badai magnet. Data yang digunakan adalah data badai magnet 2002- 2006 yang terekam di stasiun geofisika Tondano, Manado.

periode badai magnet

Periode badai magnet yang paling kuat terjadi pada periode 9 hari. Periode ini disebabkan pengaruh aktifitas matahari yang kuat pada tahun 2002 dan 2003  sehingga frekuensi badai magnet pada tahun tersebut meningkat.

Periode – periode kuat lainya adalah 27 hari dan 13.5 hari.  Periode ini dipengaruhi oleh waktu rotasi matahari dan kembali aktifnya lubang korona yang menyebabkan terjadinya badai magnet.

KATA KUNCI: PERIODE BADAI MAGNET,FFT,FAST FOURIER TRANSFORM