Selisih Nilai Gravitasi dan Indikasi Subsidensi pada Lokasi Semburan Lumpur Sidoarjo

Oleh Rizki Amalia

Jurusan Geofisika Angkatan 42

Akademi Meteorologi dan Geofisika

Semburan lumpur di daerah Sidoarjo yang lebih dikenal dengan lumpur sidoarjo (LUSI) merupakan sebuah fenomena yang unik, dimana lumpur panas secara terus-menerus keluar dari dalam bumi. Proses keluarnya lumpur yang berlangsung terus menerus dapat menimbulkan potensi bencana.

Karena selain menyebabkan genangan lumpur juga dapat menyebabkan penurunan permukaan tanah (Land Subsidence) atau perubahan bentuk permukaan tanah (deformasi) pada daerah sekitar pusat semburan lumpur.

Untuk mendeteksi land subsidence maka metoda gravitasi dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mendeteksi lokasi-lokasi yang telah mengalami subsidence. Metode gravitasi yang bisa digunakan adalah metode Selisih Gravitasi (Delta g). Yaitu dilakukan dengan membandingkan harga gravitasi di suatu titik yang sama namun pada periode yang berbeda. Jika selisihnya bernilai negative maka terindikasi awal terjadi Land Subsidence.

Yang mana pengambilan datanya dilakukan oleh Tim Survey BMKG dalam selang waktu 22 hari disekitar lokasi semburan lumpur Sidoarjo.

Peta Selisih Nilai Gravitasi

Peta Selisih Nilai Gravitasi

Usut punya usut ternyata selisih gravitasi (∆g) negatif membentuk pola lingkaran berpusat di sebelah barat pusat semburan yang nilainya sebesar -0,312 mgal. Selisih harga gravitasi (∆g) negatif yang cukup besar yaitu antara -0,1 mgal hingga -0,312 mgal atau subsidence antara 32 cm hingga 101 cm terkonsentrasi sebelah barat pusat semburan, di sekitar jalur Jalan Raya Porong.

Kontur Ketinggian Di Sekitar Lokasi Semburan Lumpur

Kontur Ketinggian Di Sekitar Lokasi Semburan Lumpur

Di sebelah selatan, tenggara serta timur laut pusat semburan juga terjadi ∆g negatif.

Namun, dari peta kontur selisih gravitasi observasi tidak ada indikasi bahwa pusat semburan menjadi pusat perubahan gravitasi baik negatif ataupun positif.

5 responses to this post.

  1. tolong tampilkan artikel geofisika yang lain atau judul yabg lain

    Reply

  2. Posted by gungws on April 6, 2009 at 10:59 am

    wow…
    kira2 bisa berenti g y??
    berapa lama?

    Reply

  3. Posted by supriyanto on June 14, 2009 at 11:49 am

    Bagus…dan lanjutkan (kt SBY)

    saran saya, sebaiknya data di analisis sebelum digunakan. Apakah ada outlier data yang perlu dibuang atau tidak. ooo ya saya jadi ingat:koreksi drift, secanggih apapun alat gravimeter tetap koreksi drift perlu dilakukan.

    wassalam

    Reply

  4. aslm.mba rizki amalia, perkenalkan saya ilham, mahasiswa geofisika. saya boleh minta data ketinggian sidoarjo yang mba punya?saya butuh sekali data ketinggian..sebagai komparasi saja..jika bisa tolong kirim ke emali sya.terima kasih banyak

    Reply

  5. Posted by ihsan on October 20, 2009 at 12:15 pm

    mbak kenalin ni aku ihsan geof 43, oke tuh TAnya, rencana sih aku jg maw ngambil tentang LUSI, cuma maw bandingin dengan anomali bouguer. menurut mbak gmn????

    bls di emailku ja….

    kutunggu….

    thanks b4….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: