Gempabumi Di Sulawesi Berulang dari Satu hingga 10 tahun?

Oleh Alfath Abu Bakar

Jurusan Geofisika Angkatan 42

Akademi Meteorologi dan Geofisika

Wilayah Indonesia bagian timur merupakan zona geodinamika yang kompleks sebagai akibat dari tumbukan dan konvergensi tiga lempeng utama yang ada di bumi kita (triple junction), yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Australia, dan Lempeng Pasifik. .  Pada level micro plate yang lebih detail lagi kita dapat melihat adanya tumbukan antara blok sunda bagian tenggara dengan blok sula yang membentuk pulau Sulawesi sekarang ini.  Akomodasi tumbukan diantaranya adalah Sesar Palu Koro pada batas barat daya, Sesar Matano pada batas selatan, dan subduksi di bawah lengan utara Sulawesi (Palung Sulawesi) pada batas utara.

Nah, disini saya menganalisa periode ulang kejadian gempa bumi di daerah Sulawesi dengan M > 5,5 menggunakan Metode Distribusi Weibull. Metode distribusi Weibull adalah distribusi statistik yang dipakai dengan memperhatikan sebaran waktu kejadian tertentu, klo dibidang gempa bumi yah kejadian gempa bumi. Distribusi Weibull untuk pertama kali dipakai menganalisa periode ulang gempa bumi oleh Hagiwara (1974). Distribusi Weibull yang digunakan, ditulis dengan persamaan sebagai berikut :

rumusweibullpetaku

Dengan metode Distribusi Weibull didapatkan secara umum, untuk daerah sulawesi selang waktu periode ulang adalah antara 1 sampai 10 tahun dimana daerah yang memiliki selang periode ulang paling pendek adalah daerah 7(Laut Maluku) dengan rata-rata periode ulang adalah 11 bulan, standar deviasi 6 bulan dan selang waktu periode ulang antara 5 bulan sampai 1 tahun 5 bulan dan selang waktu terlama adalah Daerah 1 ( Palu) dengan rata-rata periode ulang adalah 7 tahun 1 bulan, Standar deviasi 3 tahun 1 bulan dan selang waktu periode ulang antara 4 tahun sampai 10 tahun 2 bulan.

6 responses to this post.

  1. alow bagus tuh isinya

    Reply

  2. Posted by tutu on May 9, 2009 at 6:53 pm

    blm tentu jg boz…soalny setau sy weibul merupakan analisa scr statistik aj,ga ad geofisika ny…jk anda interest dg perhitungan periode ulang,mungkin akan lebih akurat jika anda mengkaji stress maupun strain yg timbul di daerah study anda…
    ingat boz,qta ini geophysicist bkn org statistik…jd,klo mw mengkaji mslh geoscience klo bs hrs ad unsur geofisik ny jg…bkn berarti sy melarang statisitik di geoscience,justru statistik sangat penting di geoscience…tp,mksd sy klo bs statistik methods yg anda pakai itu hrs ada korelasinya dg ilmu geofisika…

    Reply

  3. Posted by Alfath Abu Bakar on May 24, 2009 at 6:49 pm

    Terima kasih banyak atas saran dan masukannya,

    tulisan yang saya buat ini merupakan satu tolak ukur awal yang menjadi basic saya untuk melanjutkan pada penelitian berukutnya yang lebih mendalam lagi. Dalam penelitian selanjutnya saya akan mencoba memasukkan input nilai magnitude dalam penentuan periode ulangnya, dimana semakin besar magnitude maka kemungkinan periode ulangnya juga akan semakin lama sehingga teori pengakumulasian energi di daerah subduksi dapat lebih teraplikasikan lagi.

    terima kasih skali lagi.

    Reply

  4. Posted by supriyanto on June 14, 2009 at 11:45 am

    Selamat…dan salut deh…bagus….untuk blog ini

    tentang tulisan ini ….bagus juga…
    memang selalu ada pro dan kontra tentang prediksi, tetapi..apapun usaha yang dilakukan pantas diberi apresiasi. memang benar kita tidak hanya bisa bicara statistik tetapi juga bagaimana fisisnya, namun demikian kadang penelitian memang fokus ke salah satu sudut pandang tanpa mengabaikan yg lain.

    Cuma saran saya setiap metode alangkah baiknya ada validasi sehingga metode menjadi lebih representatif…

    Pokonya lanjutkan terus yaa
    wassalam

    Reply

  5. Posted by Benny on August 2, 2009 at 3:40 am

    bos…

    metode Weibull merupakan metode yang menggunakan perata-rataan periode ulang suatu event dengan menggunakan standar deviasi terkecil. Sedangkan salah satu alasan mengapa saya tidak terlalu yakin dengan metode ini karena faktor geodinamika ( equilibrium phase ) tidak dapat dijelaskan dengan metode ini (kenapa tidak menggunakan penurunan dari Gutenberg-Richter saja?? bila tidak kan ada metode Max. Likelihood? ini hanya saran saya saja). Metode ini juga tidak dapat menjelaskan kenapa akhir-akhir ini intensitas gempa lebih sering terjadi…

    saya mengucapkan selamat untuk blog ini, terus berusaha bos

    thanks

    Reply

    • Posted by geofisika42 on August 5, 2009 at 8:31 pm

      ya mungkin emang banyak metode yang bisa digunakan dalam perhitungan periode ulang suatu gempa bumi, para peneliti pun banyak melakukan pendekatan pendekatan dengan berbagai macam metode dan kombinas nya. maka tulisan ini hanya salah satu dari metode tersebut yang memang terbukti bisa digunakan untuk menentukan periode ulang gempa bumi. namun perlu digaris bawahi bahwa gempa bumi bukanlah kejadian yang periodik dalam jangka waktu yang singkat. tahanks buat usulanya nantinya mungkin akan ada tulisan yang memuat tentang likelihood dan gutenberg ritcher..terima kasih juga…

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: