Kapan Gempabumi Susulan Manokwari berhenti?

Oleh Umi Eka Sabrina
Jurusan Geofisika Angkatan 42,
Akademi Meteorologi dan Geofisika

Gempa bumi merusak umumnya diikuti oleh aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) yang membentuk pola tertentu. Seperti gempa bumi yang terjadi di daerah Manokwari dan sekitarnya pada tanggal 04 Januari 2009 jam 02:43:51 WIB, lokasi episenter di koordinat 0.58 LS – 132.85 BT, 132 km Barat Manokwari, Papua Barat dengan kedalaman 48 km dan kekuatan 7.9 SR.

 

BMKG

Sumber : BMKG

 

 

Mari kita menghitung kapan gempabumi susulannya akan berhenti. Nah,  data penelitian yang digunakan adalah data Pusat Gempa Nasional (PGN) Jakarta, yaitu data gempa bumi utama dan gempa bumi susulan per 24 jam sebanyak 2630 kali selama periode 04 – 18 Januari 2009 pada lokasi 2.82o LS – 3.86o LU dan 129.96o – 138.71o BT dengan kedalaman 0 – 700 km dengan magnitude 2.5 ≤ M ≤ 7.9 SR. Di dalam penelitian distribusi waktu gempa bumi susulan Manokwari menggunakan 4 metode, yaitu metode Omori, metode Mogi I, metode Mogi II, dan metode Utsu, yang diolah menggunakan metode Least Square untuk mendapatkan harga kostantanya.

 

Dari hasil analisa diperoleh metode yang sesuai untuk menganalisa hubungan frekuensi gempa bumi susulan terhadap waktu adalah metode:

   1.      Mogi I                                                       2. Utsu

aftershock

 

 

Dengan menggunakan metode tersebut diperoleh gempa bumi susulan Manokwari 04 Januari 2009 diperkirakan akan mendekati harga minimum 200 hari setelah gempa bumi utama. Dari perhitungan menggunakan metode Mogi II menghasilkan perkiraan waktu berakhirnya gempa bumi susulan untuk M ≥ 5 SR setelah 29 hari setelah gempa bumi utama terjadi. 

 

 

2 responses to this post.

  1. Posted by tutu on May 9, 2009 at 6:22 pm

    salut utk geof 42 atas lahirnya blog ini…:-)

    sdkt tambahan,utk kajian ilmiah ini…scr pribadi sy kurang tertarik dg metode yg “pure” statistik tanpa embel2 geofisika utk mengkaji ilmu geoscience…tp,berhubung yg anda bhs disini mengenai peluruhan gempa dg statistik methods,sy jd teringat kenangan dg Dr. Hamada (mantan direktur JMA)..wktu itu sy tanya ttg metode statistik omori,mogi,atau utsu apakah diterapkan di jepang?jwbnny mlh mencengangkan sy…beliau mlh ga knal dg metode2 itu,kecuali omori…tp,di jepang tidak menggunakan omori methods spt ap yg ada di kajian ilmiah anda..krn mnrt beliau di jepang menggunakan metode omori yang sdh dimodifikasi,sdgkan pnya anda itu msh rumusan omori yg asli…mngkin utk refernsi,anda bisa baca lecture note of Dr. Imoto of NEID for IISEE training course…

    Reply

  2. Posted by SUHAERI on June 19, 2009 at 7:49 am

    salam,…..
    saya tertarik dengan empat metode yang digunakan tapi saya masih bingung dengan perhitungan statistiknya bisa minta tolong kirim cara perhitungannya kirim saja ke email saya yaitu bongsor_GDE@yahoo.com
    terima kasih…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: