Berkenalan dengan Gravitasi, Anomali Bouger dan Metode Nettleton

Oleh : Dedy Irjayanto

Jurusan Geofisika Angkatan 42,

Akademi Meteorologi dan Geofisika

 

Gravitasi itu Sir Isaac Newton…ya legenda dari kita masih duduk di sudut-sudut kelas SD sampai SMA. Yukk kita berkenalan lebih jauh…yukk…marii…

 

Metoda gravitasi merupakan metoda yang didasarkan pada pengukuran variasi medan gravitasi bumi. Pengukuran ini dapat dilakukan di permukaan bumi, dikapal maupun diudara. Dalam penulisan ini yang akan diuraikan adalah pola dari harga anomali bouguer sebagai akibat dari variasi massa batuan di bawah permukaan, sehingga pada pelaksanaannya yang diselidiki adalah perbedaan medan gravitasi dari satu titik obervasi terhadap titik observasi lainnya. Karena perbedaan medan gravitasi ini relative kecil maka alat yang digunakan harus mempunyai ketelitian yang tinggi.

 

sciencedaily.com

sumber gambar : sciencedaily.com

 

Anomali bouguer merupakan perbedaan harga gravitasi bumi sebenarnya (gravitasi pengamatan di lapangan) dengan harga gravitasi model bumi homogen teoritis di suatu datum referensi tertentu

 

Untuk menghitung harga anomali bouger, diperlukan informasi rapat massa lapisan-lapisan dibawah permukaan di atas datum referensi. Informasi rapat massa dapat dihasilkan dari pengukuran langsung di lapangan dengan berbagai metode yaitu metode sample, metode nettleton dan metode parasmis. Pada tulisan ini yang akan membicarakan sedikit tentang metode Nettleton.

 

Metode Nettleton ( metode grafik ) pendekatan ini mengganggap bahwa ada perbedaan antara harga koreksi terrain dan bouger. Profil gravitasi observasi dan topografi dicocokkan dengan profil anomaly bougernya.

Dasar metode ini adalah memilih rapat massa korelasi ( baik positif / negatif ) antara timbulan topografi dengan anomaly bouger. Anomaly yang menunjukkan hubungan ( korelasi ) terkecil dengan topografi diambil sebagai rapat massa rata-rata yang sebenarnya.

10 responses to this post.

  1. mengapa ada anomaly-anomaly seperti itu?

    Reply

  2. terimakasih bung ade,
    dalam pengukuran gravitasi dikenal stasiun base dan titik-titik pengukuran yang relatif terhadap base.
    jadi, anomali tersebut terjadi karena adanya perbedaan harga pengukuran gravitasi terhadap stasiun pengukuran base terhadap titik-titik pengukuran moving.

    Reply

  3. Posted by tutu on May 9, 2009 at 6:44 pm

    sdkt share…stlh sy bc sekilas kajian ini,anda mencari massa jenis batuan (nettleton methods) dg metode try and error dan anomali bouger tertentu yg mendekati dg topogrfi di lapangan yg anda anggap massa jenis yg mewakili pengukuran…bnr demikian??soalnya setau sy nilai massa jenis yg mewakili di representasikan dengan grafik anomali bouger yg paling flat BUKAN yg mirip dengan topografi di lapangan…

    Reply

  4. Posted by tutu on May 9, 2009 at 6:44 pm

    sdkt share…stlh sy bc sekilas kajian ini,anda mencari massa jenis batuan (nettleton methods) dg metode try and error dan anomali bouger tertentu yg mendekati dg topogrfi di lapangan yg anda anggap massa jenis yg mewakili pengukuran…bnr demikian??soalnya setau sy nilai massa jenis yg mewakili di representasikan dengan grafik anomali bouger yg paling flat, BUKAN yg mirip dengan topografi di lapangan…

    Reply

  5. Posted by muth on May 25, 2009 at 1:51 pm

    wah hebat2 ya taruna AMG sekarang..luar biasa

    Reply

  6. Posted by supri on July 22, 2009 at 6:21 pm

    Ass. menanggapi sdr tutu….memang dinyatakan diatas bahwa korelasi terkecil berarti yang paling flat atau paling berbeda dengan pola topografynya,…jadi yang sdr maksud memang sama dengan yang dinyatakan penulis diatas..trimaksih wass

    Reply

  7. Posted by Hendra on November 14, 2009 at 11:22 am

    Salam kenal bang ade,,,
    saya boleh tanya G? seputar processing data, pengukuran yg dilakukan kan banyak meliputi densitas dsb…
    nah yg ingin sy tanyakan, contoh proses pengolahan datanya hinga didapatkan peta kontur dgn software surfer 8..
    tks sbelumnya

    bila s4 kirim k email saya saja…. senang bisa sharing ilmu dgn anda

    Reply

  8. Posted by dedy on March 25, 2010 at 7:45 am

    buat bung hendra processing datanya hingga menghasilkan peta kontur didapatkan dari data koordinat tempat pengamatan yang meliputi lintang, dan bujurnya (faktor x dan y)dan faktor z yaitu data yg meliputi dari anomali bouguer tersebut,didalam penulisan ini digunakan software grav2d sehingga didapatkan banyak data yg dibutuhkan

    Reply

  9. Posted by melly on October 5, 2010 at 10:37 pm

    asslm. bang dedy, saya termasuk pemula yang mencoba ingin mendalami gravity.
    artikelnya sangat menarik. ada beberapa yang ingin saya tanyakan:

    1. apakah pengukuran pada metode ini sama dengan pengukuran yang dilakukan gravity (biasa)?
    akusisi metode ini seperti apa ya bang?

    2. apakah dalam satu pengukuran metode ini dapat digabungkan dengan metode lainya?

    3. saya pernah membaca bahwasanya metode nettleton tidak dapat digunakan u topografi datar dan anomaly densitas yg cukup besar, benar tidak? trus knp y bang?

    4. apa bedanya antara metode netleton dgn metode sample dan parasnis?

    mav bang terlalu banyak,, terimakasih sblmny.

    Reply

  10. Posted by melly on October 5, 2010 at 10:38 pm

    mav bang ketinggalan, mungkin 1 lagi..
    bang dedy punya artikel lain terkait metode parasnis dan nettleton tidak?

    trimakasih..🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: