h1

NB FOR IP KOMULATIF

August 17, 2009

berhubung transkip nilai sudah lengkap maka saya coba menghitung IP komulatif temen teman. kalau ada yang salah dibenerin sendiri ya..

blog ini adalah tempat uneg uneg dan informasi mengenai kelas kita..jadi kalau ada informasi,atau ada sesuatu yang ingin disampaikan upload aja dan kasih coment..coz yang ada di blog ini adalah anak2 geofisika 42. daripada di Fb atau FS lebih baik di blog ini aja..karena kita sehati dan saling mengerti satu dan yang lainya..

kita tunjukan pada dunia kita bisa berprestasi dan membuat sesuatu yang baru serta hal yang menarik dan berguna bagi negara!!!

untuk informasi password hub “taruna madya melki adi kurniawan” (biar keren)..wehwehehe

h1

IP KOMULATIP SEMENTARA

August 17, 2009
No Nama IPK KOMULATIF
1 Dede Sunarya 3.38
2 Umi Eka Sabrina 3.27
3 Akhmad Fauzi 3.18
4 I Made Kris Adi Astra 3.16
5 Eresia Nindya winata 3.15
6 Santi Dwi Lestari 3.15
7 Muhammad Aji Permana 3.14
8 Melki adi Kurniawan 3.13
9 Muhajir Anshori 3.10
10 Adhim Salamiani 3.08
11 Barkah Yuniarto 3.08
12 Dimas Bambang Sukmana Putra 3.05
13 Mira Hestina Sinting 3.04
14 Rizki Amalia 3.03
15 Alfath Abubakar 3.02
16 Triya Fachriyeni 3.00
17 Juwita Nur Sembri 3.00
18 Supriyadi 2.98
19 Nesia sabrina Marbun 2.97
20 Andi Azhar Rusdin 2.96
21 Iksan Setyadi 2.96
22 Litanya Oktonovrilna 2.96
23 Burchardus V pape man 2.95
24 Abdi Jihad 2.95
25 Malik Krisbudianto 2.94
26 Arif Gustian 2.91
27 Muh. Zulkifli Hasma 2.90
28 Rini Kumalasari Purba 2.90
29 Fajar Gilang Ramadhan 2.89
30 Dedy Irjayanto 2.89
31 Agus Nugroho Setyanto 2.88
32 Dhian Budi Wicaksono 2.86
33 Fajar Budi Utomo 2.85
34 Noviana sihotang 2.85
35 Rendy Everhard Radjah 2.84
36 Sebastian Hardianto 2.83
37 Aby Rengga Saputra 2.82
38 Furqon Dawam Raharjo 2.74
39 Jandri Wilson Pattinama 2.73
h1

INTERPOLASI.. “Sebuah media dalam pencarian titik data yang hilang”

August 7, 2009

Metode interpolasi dapat membantu dalam memperbaiki tingkat kerapatan suatu data. Dengan metode interpolasi ini, sebuah data gravitasi dengan kerapatan titik pengamatan yang kurang baik, dapat kita perbaiki sehingga kerapatan titik pengamatan data tersebut menjadi lebih baik, sehingga data menjadi lebih akurat dalam penginterpretasian data gravitasi.

Banyaknya metode yang digunakan dalam metode interpolasi membuat kita harus mengetahui fungsi dari masing-masing rumus tersebut sehingga dapat di gunakan dengan tepat. Dalam pembandingan metode interpolasi ini, penulis memfokuskan pada penggunaan metode untuk menginterpolasikan data gravitasi. Dengan menghitung, menbandingkan dan menganalisa hasil perhitungan, maka akan dihasilkan nilai-nilai akurasi dari masing-masing metode.

Pembandingan hasil perhitungan interpolasi dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing metode dalam penginterpolasian data. Dengan demikian akan diketahui metode mana yang paling baik dalam menginterpolasi suatu data gravitasi sehingga analisa interpretasi data yang dilakukan akan lebih akurat.

Penting Untuk Diperhatikan :

Setiap metode interpolasi memiliki rumusan tersendiri dalam proses perhitungannya. Ketepatan perhitungan dari sebuah metode interpolasi tergantung pada jenis data yang akan dihitung, sebaran data, dan distribusi nilai data antar titik yang dilibatkan dalam perhitungan.

Dalam proses interpolasi menggunakan data gravitasi, terjadi perbedaan nilai yang dihasilkan oleh sebuah metoda terhadap suatu titik ketika menggunakan titik-titik yang berbeda sebagai acuan perhitungan. Artinya, nilai titik interpolasi tersebut sangat terpengaruh oleh titik-titik disekitarnya. Pada kenyataannya, hal ini tidak sesuai dengan sifat fisis dari besaran percepatan gravitasi dimana nilai percepatan pada sutu titik hanya dipengaruhi oleh medan potensial yang ada pada titik tersebut.

Dalam interpolasi, rumusan dari setiap metode merupakan pendekatan perhitungan dari perbandingan nilai suatu titik terkait dengan nilai titik lainnya pada sebaran data yang sama terhadap jarak antar titik tersebut secara matematis. Artinya, ketika ada perbedaan harga nominal yang dilibatkan pada perhitungan tersebut, maka nilai dari hasil perhitungan tersebut akan berbeda walaupun titik dan metode yang digunakan adalah sama.

Dengan demikian, perbedaan nilai perhitungan hasil interpolasi terhadap data gravitasi bukan dianggap sebagai kesalahan perhitungan. Karena, perbedaan nilai hasil perhitungan tersebut adalah wajar mengingat adanya perbedaan antara besaran gravitasi yang bersifat fisis dan metode perhitungan yang bersifat matematis. Hal terpenting dalam interpolasi data gravitasi adalah konsistensi perhitungan yang tepat dengan menggunakan metode yang tepat pula, sehingga data interpolasi yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi yang tinggi.